Jumat, 31 Juli 2015, 09:55 WIB
Antara/Prasetyo Utomo/ca
Jamaah haji di Makkah, Arab Saudi.
REPUBLIKA.CO.ID,JEDDAH -- Tingkat konsumsi air
minum kemasan di Arab Saudi selama musim panas ini diprediksi akan
mengalami kenaikan 10 persen. Lantaran musim panas kali ini juga
berbarengan dengan musim haji dan umrah di Tanah Suci.
"Ada tingkat pertumbuhan tahunan yang naik antara empat sampai lima persen," ujar ahli industri Rashed Bin-Zouma, dilansir dari ArabNews, Jumat (31/7).
Kerajaan
Arab Saudi merupakan konsumen terbesar air hasil penyulingan di seluruh
dunia. Apalagi datangnya musim haji dan umrah saat musim panas.
Meski
begitu, Bin-Zouma mengatakan, ini akan menguntungkan konsumen karena
pasokan air kemasan tetap berlimpah dan adanya persaingan harga di dunia
industri yang berlomba memenangkan sejumlah terbesar pelanggan.
Bin-Zouma
menyebutkan, meingkatnya konsumsi air kemasan ini karena beberapa
sebab. Pertama, pertumbuhan populasi di wilayah Arab. Kedua, terdapat
peningkatan kesadaran masyarakat terhadap manfaat mengonsumsi air
mineral setiap hari.
Dia menunjukkan peningkatan yang signifikan
lebih dari 6,5 miliar liter per tahun dalam kapasitas produksi pabrik
lokal. Diperkirakan ada 45 perusahaan yang bekerja di bidang air minum
kemasan dengan investasi diperkirakan sebanyak 8 miliar riyal atau
sekitar Rp 28,8 triliun.
"Diperkirakan jumlah ini jauh lebih tinggi dan akan tumbuh di masa
yang akan datang," terang Otoritas Makanan dan Obat Arab Saudi dalam
keterangan tertulisnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar