Rabu, 05 Agustus 2015

Menag Ingatkan Calon Jamaah Haji Terapkan Pola Hidup Sehat

Rabu, 05 Agustus 2015, 22:10 WIB

ist
Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, menggelar pertemuan dengan Muassasah Asia Tenggara di Makkah, Arab Saudi, Senin (13/7).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, pemerintah sudah mengantisipasi cuaca panas, terutama di Armina. Kementerian Agama mengupayakan penggantian karpet di tenda-tenda di Armina. Peningkatan layanan lainnya, yaitu penambahan jumlah air agar jamaah tidak dehidrasi.

"Ketika berada di daerah dengan tingkat kelembabannya rendah maka kita tidak langsung berkeringat karena langung kering. Ini mudah dehidrasi," ujar Menag, Rabu (5/8).

Lukman pun kembali mengimbau calon jamaah haji asal Indonesia mulai menerapkan pola hidup sehat mulai dari minum air sebanyak-banyaknya. "Orang kita dikenal sangat sedikit mengkonsumsi air. Itu sudah menjadi habit, kebiasaan," kata dia.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil mengatakan, jamaah juga perlu menghindari matahari langsung selama di Arab Saudi. "Kita akan memberikan spray untuk jamaah, gunakan itu untuk menyemprot kepala dan wajah. Cuaca tahun ini ekstrem dibandingkan tahun lalu," kata dia.

Sebanyak 168.800 jamaah haji asal Indonesia akan melaksanakan ibadah di tanah suci tahun ini, terdiri 155.200 kuota haji reguler dan 13.600 orang haji khusus. Kloter pertama akan berangkat pada 21 Agustus 2015.

Pemeriksaan Sanitasi Embarkasi Jamaah Selesai Dilakukan

Rabu, 05 Agustus 2015, 20:53 WIB

Republika/Maspriel Aries
Replika Ka’bah dengan ukuran sebenarnya di kawasan terpadu embarkasi haji Sumatera Selatan (Sumsel) sudah selesai dibangun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama telah selesai melakukan pemeriksaan sanitasi di setiap embarkasi jamaah haji. Direktur Haji Dalam Negeri Kementerian Agama, Ahda Barori mengatakan, pemeriksaan sanitasi dilakukan dalam dua tahap. Dan keseluruhan tahap tersebut sudah selesai dilakukan pertengahan Juli lalu.

"Embarkasi tahap awal kaitannya dengan pemeriksaan sanitasi. Tapi ini domainnya kemenkes tapi korodinasi dengan kita karena yang punya asrama kan kita," ujar Ahda kepada ROL, Rabu (5/8).

Ia menjelaskan, pemeriksaan sanitasi ini dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dilakukan untuk mengecek kondisi sanitasi secara keseluruhan. Selanjutnya kemenkes akan memberikan rekomendasi apa saja yang perlu diperbaiki dan diberi waktu untuk perbaikan hingga dilakukan pengecekan kembali pada pemeriksaan tahap dua.

Pemeriksaan sanitasi ini dilakukan di seluruh embarkasi jamah haji. Diantaranya Aceh, Medan, Padang, Palembang, Batam, Jakarta, Bekasi, Solo, Makasar, Surbaya, Balikpapan.  Ia melanjutkan, selain menyelesaikan pemeriksaan sanitasi. Keseluruhan hal yang berkaitan dengan persiapan embarkasi juga telah selesai dilakukan.

Diantaranya akomodasi jamah haji saat di embarkasi, tempat untuk pemeriksaan kesehatan jamaah sebelum berangkat, pembagian living cost dan gelang jamaah. Layanan ini termasuk dalam layanan terpadu yang melibatkan imigrasi, kemenkes dan lainnya.

Lalu Lintas Jelang Wukuf Padat, tidak ada Layanan Makan Siang di Makkah

Rabu, 05 Agustus 2015, 20:24 WIB

Antara/Zarqoni Maksum/ca
Jamaah haji melaksanakan wukuf di Arafah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah memberikan layanan makan siang selama jamaah haji tinggal di Makkah, Arab Saudi. Layanan bakal diberikan sebanyak 15 kali, kecuali tujuh hari menjelang hingga lima hari pascawukuf di Arafah.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan ada lebih dari tiga juta orang di Makkah tujuh hari menjelang puncak ibadah haji. Pemerintah Arab saudi pun akan menutup akses menuju Masjid Haram. "Sehingga menyulitkan kendaraan roda empat untuk melintas," kata dia, pada Pembekalan Petugas Media Center Haji 1436H/2015H di Kementerian Agama, Rabu (5/8).

Lukman menyatakan, kondisi itu membuat kordinasi konsumsi tidak mudah dilakukan. Karena itu, layanan makan siang tidak mungkin dilakukan pada kurun waktu tersebut. Jamaah haji asal Indonesia akan kembali mendapatkan layanan makan siang enam hari pascawukuf atau pada 3 Oktober 2015.

Pemerintah menyediakan layanan makan siang mulai dari jamaah kloter pertama masuk ke Makkah pada 31 Agustus hingga jamaah mulai pulang ke tanah air pada 16 Oktober 2015. Namun, layanan makan siang tersebut akan berhenti sementara mulai 16 September hingga 2 Oktober 2015.

Selama proses di Armina (Arafah, Mudzalifah, dan Mina), jamaah haji juga akan mendapatkan layanan makan. Di Arafah, pelayanan konsumsi diberikan mulai 21 September 2015 malam hingga menjelang keberangkatan ke Mudzalifah pada 22 September 2015.

Di Mudzalifah, jamaah haji akan mendapatkan paket snack. Paket snack Mudzalifah, yaitu satu bungkus roti manis, satu kotak kurma, jus buah, satu buah mi instan, air mineral, dan buah. Di Mina, jamaah haji akan mendapatkan konsumsi mulai 23 hingga 26 September 2015.

Asrama Haji Podok Gede Mampu Tampung 2.000 Calon Jamaah Haji

Rabu, 05 Agustus 2015, 18:13 WIB
Republika/ Tahta Aidilla
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mengikuti rapat koordinasi di aula asrama haji, Pondok gede, Jakarta, Kamis (9/10).(Republika/ Tahta Aidilla)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Asrama Haji Pondok Gede akan kedatangan 42 kloter calon jamaah haji  dari tiga wilayah. Masing-masing kloter akan menyumbang 445 orang calon jamaah haji.

Calon jamaah haji dari tiga wilayah yang akan ditampun Asrama Haji Pondok Gede adalah Jakarta, Banten, dan Lampung. Untuk wilayah Jakarta akan menyumbang 14 kloter, Banten akan mendatangkan 16 kloter, dan wilayah Lampung dengan 13 kloter.

Mereka akan berada di Asrama Haji selama 20 jam untuk mendapatkan uang bekal, tes kesehatan, dan manasik haji untuk terakhir kali sebelum keberangkatan.

"Jadi Asrama Haji Pondok Gede ini siap menampung untuk satu kesempatan itu 2.000 atau untuk tiga kloter," ujar ketua Panitian Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Pondok Gede Jakarta saat ditemui di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (5/8).

Ia mengandaikan jika terjadi kendala seperti keterlambataan jadwal penerbangan pesawat. Asrama Haji  Pondok Gede tetap bisa menampung para calon jamaah haji sampai waktu proses keberangkatan ke tanah suci.

Makkah Menerima 26 Juta Peziarah di Bulan Suci Ramadhan

Senin, 03 Agustus 2015, 07:23 WIB

Hassan Ali/Reuters
Ka'bah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Gubernur Makkah mengungkapkan kalau Masjidil Haram telah menerima lebih dari 26 juta jamaah dan peziarah, selama bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri.

"Jumlah penumpang adalah 26.729.709, meningkat lebih dari 4,6 persen dibandingkan tahun lalu," kata penasehat Gubernur Makkah dan pengawas umum dari pembangunan perkotaan Makkah, Hisyam Al-Faleh, seperti dikutip oleh media lokal, Arab news, Minggu (2/8).

Sebagian besar besar pengunjung dapat menikmati akses yang mudah menuju masjid berkat pengaturan transportasi yang sangat baik di bawah bimbingan Gubernur Makkah, Pangeran Khaled Al-Faisal.

Al-Faleh juga mengatakan, 1,7 juta kendaraan telah menggunakan fasilitas parkir di pintu masuk Makkah. Sedangkan di daerah pusat sementara mencapai angka 6,6 juta kendaraan, yang terdiri dari layanan untuk menjemput serta mengantar para peziarah dan jamaah. Jumlah tersebut mengalami peningkatan 15 persen jika dibandingkan dengan angka tahun lalu.

Menurut Al-Faleh, lima perusahaan transportasi sudah diterjunkan untuk mengurusi urusan transportasi. Sejumlah besar peziarah juga diharapkan dapat mengunjungi masjid untuk ibadah haji tahunan, mendekati akhir September nanti.

Pemerintah Saudi juga telah menghabiskan lebih dari $ 20 miliar untuk meningkatkan dan memperluas situs suci Islam tersebut, demi mengakomodasi lebih banyak jamaah. Sebagai salah satu dari lima rukun Islam, Haji sendiri merupakan kewajiban umat muslim yang mampu menjalaninya, setidaknya sekali dalam seumur hidup.

Konsumsi Air Diprediksi Meningkat 5 Persen Saat Musim Haji Mendatang

Jumat, 31 Juli 2015, 09:55 WIB

Antara/Prasetyo Utomo/ca
Jamaah haji di Makkah, Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID,JEDDAH -- Tingkat konsumsi air minum kemasan di Arab Saudi selama musim panas ini diprediksi akan mengalami kenaikan 10 persen. Lantaran musim panas kali ini juga berbarengan dengan musim haji dan umrah di Tanah Suci.

"Ada tingkat pertumbuhan tahunan yang naik antara empat sampai lima persen," ujar ahli industri Rashed Bin-Zouma, dilansir dari ArabNews, Jumat (31/7).

Kerajaan Arab Saudi merupakan konsumen terbesar air hasil penyulingan di seluruh dunia. Apalagi datangnya musim haji dan umrah saat musim panas.

Meski  begitu, Bin-Zouma mengatakan, ini akan menguntungkan konsumen karena pasokan air kemasan tetap berlimpah dan adanya persaingan harga di dunia industri yang berlomba memenangkan sejumlah terbesar pelanggan.

Bin-Zouma menyebutkan, meingkatnya konsumsi air kemasan ini karena beberapa sebab. Pertama, pertumbuhan populasi di wilayah  Arab. Kedua, terdapat peningkatan kesadaran masyarakat terhadap manfaat mengonsumsi air mineral setiap hari.

Dia menunjukkan peningkatan yang signifikan lebih dari 6,5 miliar liter per tahun dalam kapasitas produksi pabrik lokal. Diperkirakan ada 45 perusahaan yang bekerja di bidang air minum kemasan dengan investasi diperkirakan sebanyak 8 miliar riyal atau sekitar Rp 28,8 triliun.

"Diperkirakan jumlah ini jauh lebih tinggi dan akan tumbuh di masa yang akan datang," terang Otoritas Makanan dan Obat Arab Saudi dalam keterangan tertulisnya.

Arab Saudi Siapkan Jutaan Hewan Kurban Saat Musim Haji

Jumat, 31 Juli 2015, 10:51 WIB

Penyembelihan hewan kurban

REPUBLIKA.CO.ID,JEDDAH -- Salah satu perusahaan importer di Arab Saudi mengklaim akan mengimpor sebanyak 3 juta hewan kurban pada musim haji 2015. Hewan ternak yang akan mereka impor adalah unta dan domba yang juga nantinya akan digunakan oleh para peserta haji untuk berkurban.

Dikutip dari ArabNews, Jumat (31/7),  juru bicara perusahaan importer di Arab Saudi Fahd Al-Salmi mengatakan, jumlah hewan kurban yang akan mereka impor tahun ini tidak mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan jumlah tahun lalu.

“Hal ini disebabkan stabilnya harga pasar baik lokal maupun harga secara internasional,” ungkapnya.
Ia bahkan menyebutkan bahwa 3 juta dari hewan kurban yang diimpor tersebut, sebanyak 1 juta di antaranya diimpor oleh Bank Islamic Development Bank (IDB), dan sisanya diimpor oleh importer lokal.

Fahd menyebut, negara-negara pengekspor seperti Sudan, Somalia, dan Djibouti sudah menjamin bahwa pasokan tersedia untuk memenuhi permintaan selama musim haji. Selain jaminan dari negara pengekspor, Fahd juga menyebut adanya jaminan dari pasar hewan lokal mengenenai ketersediaan kebutuhan hewan kurban.

"Pasar lokal juga memiliki cadangan strategis yang cukup di peternakan lokal, kami berdoa agar tidak ada kenaikan harga," katakata Fahd.

Mohammed Al-Mateeri, yang juga salah satu importer lokal juga mengharapkan agar harga hewan ternak selama musim haji tetap stabil. Ia melihat kecenderungan dari tahun ke tahun harga hewan ternak naik saat memasuki musim haji.

Untuk mengatasi hal ini, Al-Mateeri berharap pihak pemerintah ikut menekan kestabilan harga guna mencegah kenaika harga secara mendadak. Sebab ia mengeluhkan bila harga naik secara tiba-tiba akan membuat usahanya tidak mendapatkan keumtungan sesuai yang diinginkan.

"Kami berharap Kementerian Perdagangan dan Industri akan memantau masalah ini dan melarang pedagang menaikkan harga secara dramatis," ucap Al-Mateeri.

Polisi Makkah Terus Dalami WNI yang Mengaku Imam Mahdi

Jumat, 31 Juli 2015, 17:31 WIB

Reuters
Penampakan Masjidil Haram di Makkah pada malam hari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal mengatakan Ketua Kelompok Himpunan Pemuda Sinar Sahid (HIMPASS), Zuber Amir Abdullah (ZAA) masih terus dimintai keterangan oleh pihak kepolisian Masjidil Haram, Arab Saudi.

"Pihak Kepolisian akan terus melakukan pendalaman lebih lanjut kepada ZAA, karena sampai saat ini ia masih meyakini dirinya Imam Mahdi dan pengikutnya juga masih memiliki keyakinan yang sama," terang Iqbal kepada Republika, Jumat (31/7).
ZAA mengaku  sebagai imam mahdi almuntadzor dan 10  jamaah umroh yang ikut dengannya adalah pengikutnya.

Ia pun sesumbar dia adalah imam yang memiliki ribuan pengikut yang berada di Indonesia dan beberapa negara lain.  Pria asal Medan itu pun langsung dibawa ke RS jiwa untuk melakukan pemeriksaan kejiwaan.

Sebelumnya, sebanyak 11 jamaah umrah asal Indonesia ditangkap kepolisian Masjidil Haram, Arab Saudi. Mereka diduga melakukan ajaran sesat.

Kelompok asal Medan tersebut melaksanakan ritual shalat Idul Fitri di Makam Ibrahim (Kompleks kabbah) yang didahului dengan penyampaian khutbah. Padahal Pemerintah Saudi menetapkan Idul Fitri jatuh pada (17/7). Mereka juga berkeyakinan bahwa pimpinan mereka ZAA adalah Imam Mahdi, yaitu pemimpin umat akhir Zaman.

Akibatnya, aksi yang sangat demonstratif tersebut bukan saja menarik perhatian jamaah lain akan tetapi juga mengganggu jamaah yang sedang tawaf sehingga sejumlah jamaah melaporkan kepada polisi.

Polisi juga sudah meminta mereka untuk bubar namun ditolak oleh kelompok tersebut sehingga polisi membubarkan secara paksa dan menangkap mereka.

Pekan Depan, Kemenag Panggil Travel Umrah Bermasalah

Kamis, 30 Juli 2015, 16:24 WIB
Siwi Tri Puji/Republika
Jamaah haji Indonesia sesaat sebelum melakukan ibadah umrah

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA-- Kementerian Agama akan segera mengumumkan nama travel umrah resmi yang dicabut izin perjalanannya.

"Sekarang masih dalam proses pemanggilan perusahaan pemilik umrah. Kita sudah panggil dari Senin (27/7) lalu. Setelah kita panggil, baru kita umumkan ke masyarakat," ujar Kasubdit Pembinaan Umrah Kementerian Agama, Arfi Hatim, Kamis (30/7).
Ia  mengatakan, pengumuman akan dilakukan pekan depan. Sementara,  travel umrah resmi yang akan dicabut izinnya berjumlah enam perusahaan. Namun, ia masih belum bisa merinci nama-nama travel tersebut.

Travel umrah tersebut dicabut izinnya karena diduga melakukan pelanggaran terhadap jamaah dan tidak lolos akreditasi. Untuk pelanggaran terhadap jamaah, Kemenag memperoleh pengaduan dari jamaah secara langsung  atau menerima laporan dari tim kemenag yang berada di Arab Saudi.

Adapun untuk akreditasi, artinya perusahan travel umrah  tidak melakukan pelanggaran terhadap jamaah, hanya saja izinnya dicabut dikarenakan sarana prasarana perusahaan yang tidak mendukung, keuangan perusahaan yang tidak berjalan baik dan lainnya. Sehingga SK perizinan perusahaan tidak dapat diperpanjang.

Kemenag akan terus melakukan uji kelayakan akreditasi terhadap perusahaan umrah resmi. Hal ini agar diketahui perusahaan mana saja yang memiliki sistem yang baik dan yang tidak.

Pencabutan izin ini diharapkan dapat memberi efek jera pada perusahaan travel umrah resmi agar tidak menelantarakan jamaah saat melakukan ibadah umrah.

Ia menambahkan, berdasarkan PMA Nomor 18 Tahun 2015 tentang penyelenggaraan ibadah umrah perusahanan travel umrah yang dicabut izinnya dapat melakukan sanggahan paling lambat 14 hari setelah tanggal diterimanya SK pemberian sanksi.

Kembangkan TIK, Ditjen PHU Rencanakan Standarisasi


Jakarta (Sinhat)--Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) menggelar rapat pertemuan terkait kebijakan pengembangan manajemen dan layanan teknologi, Informasi dan komunikasi (TIK) yang berada di unit Ditjen PHU.

Dalam pertemuan tersebut membahas standarisasi pengembangan TIK Ditjen PHU kedepan. "Peserta rapat direncanakan dari seluruh bagian yang memiliki aplikasi TIK. Alhamdulillah yang hadir hanya Kasubdit BPIH Alam Agoga Hasibuan, para pejabat eselon 4 Sistem Informasi Haji Terpadu dan seluruh stafnya. Rapat akan diselenggarakan dalam tiga hari kedepan dengan target terbitnya payung hukum peraturan dirjen tentang standarisasi ini," kata Moh Hasan Afandi, Kasubag Sistem Informasi Haji Terpadu (Sihdu) di Gedung Kementerian Agama, Selasa sore (04/08).

Dalam pembahasan tersebut Sihdu mengundang salah satu pakar dan praktisi TIK terapan Telkom SigmaTeddy Septiawan. Menurut Teddy Sistem Informasi Haji Terpadu sebelumnya masih meningkatkan performa layanannya tapi sekarang harus meningkatkan proses manjemen TIK didalamnya.

"Karena kebutuhan masyarakat semakin tinggi akan informasi dan kuota haji di indonesia ini kan cukup besar jadi kalau kita ingin bersaing dengan kementerian atau lembaga lain kita harus membenahi manajemen TIK tersebut" ujar Teddy. (ha/ar)

MCH Agen Informasi dan Edukasi Bagi Jemaah Haji


Jakarta (Sinhat)--Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan Media Center Haji (MCH) tidak hanya memberikan informasi melalui pemberitaan tapi juga mengedukasi jemaah haji dan masyarakat di tanah air. Hal ini dikatakan Menag saat membuka Pembekalan Petugas MCH Tahun 1436H/2015M di Ruang Rapat Sekretariat Jenderal Kementerian Agama, Rabu siang (05/08).

Saat ini media menjadi sangat vital dan strategis, media harus objektif menyampaikan fakta di lapangan kemudian di ekspos ke masyarakat. Bagaimanapun juga media adalah otonom, dan tidak boleh diintevensi dari pihak lain," tegas Menag.

MCH sambung Menag mendapatkan misi dari Kementerian Agama dalam rangka untuk kemajuan bangsa dan negara melalui tugas sebagai jurnalis dan media adalah sarana untuk menjembatani antara pemerintah dan masyarakat.

"Media adalah mitra yang sangat kita perlukan tidak hanya untuk memberitakan penyelenggaraan haji tapi juga dapat mengedukasi masyarakat," tambah Menag. (ha/ar)

Tiga Fungsi MCH Dalam Penyelenggaraan Haji


Jakarta (Sinhat)--Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan bahwa Media Centre Haji (MCH) harus mampu bekerja secara seobjektif mungkin dalam memberikan informasi kepada masyarakat, jangan ada rekayasa pemberitaan. Demikian diungkapkan Menag dalam sambutannya di Pembekalan Petugas MCH Tahun 1436H/2015M di Ruang Rapat Sekretariat Jenderal Kementerian Agama, Rabu siang (05/08)

Menurut dia menjadi petugas MCH telah membawa misi yang diberikan oleh pemerintah yaitu membantu kemajuan bangsa dan negara melalui tugas sebagai jurnalis.
Menag juga menjelaskan bahwa setiap media mempunyai kebijakan dari redaksinya masing-masing.

"Maka dari itu para teman-teman media harus tunduk pada peraturan petugas haji," jelas Menag
Terkait tugas dan fungsi MCH lanjut Menag antara lain pertama, memberikan informasi kepada masyarakat di tanah air, kedua, tidak hanya membuat berita tapi juga mengedukasi masyarakat dan yang ketiga, manjalankan fungsi klarifikasi. (ha/ar)

Menag: Tugas MCH Itu Mulia


Jakarta (Sinhat)--Terkait kondisi medan di Arab Saudi yang berbeda dengan di Indonesia. Ditambah intensitas peliputan yang padat, Menag Lukman Hakim Saifuddin berpesan kepada para petugas Media Centre Haji (MCH) menerapkan pola hidup sehat. Demikian dikatakannya saat membuka Pembekalan Petugas MCH Tahun 1436H/2015M di Ruang Rapat Sekretariat Jenderal Kementeruan Agama, Rabu siang (05/08)

"Terapkan pola hidup sehat, jaga kesehatan, saya tahu wartawan itu tidak tentu tidurnya, makannya pun juga tidak tentu," pesan Menag.

Tugas MCH ini menurut dia adalah tugas mulia ini adalah amanah suci dan mulia. "Untuk menjalankan misi suci ini jaga amanah dengan baik selain kita menjalankan fungsi pers kita juga melayani tamu-tamu allah. Maknai betul peran dan tanggungjawab kita. Pasang niat sejak awal karena di luar sana banyak yang belum diberi peluang untuk menjadi petugas haji seperti ini," ujar Menag. (ha/ar)

Abdul Djamil Minta Petugas Kesehatan Perketat Pemeriksaan Wanita Hamil


Jakarta (Sinhat)--Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil meminta agar petugas kesehatan di setiap embarkasi untuk memperketat pemeriksaan wanita hamil, jangan sampai ada wanita hamil lolos pemeriksaan. Demikian yang dikatakannya saat memberikan arahan Pembekalan Petugas Media Center Haji (MCH) 1436 H/2015 M di kantor Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (05/08).

"Jangan ada wanita yang sedang hamil lolos pemeriksaan," tegas Abdul Djamil.
Lanjut Abdul Djamil, "Tahun lalu ditemukan kasus seperti ini, jadi tahun ini dia berharap agar toiletnya disatukan dengan tempat pemeriksaan. Jadi kecil kemungkinan calon jemaah tersebut untuk menukar urinenya dengan urine orang lain," ujarnya.

Terkait jemaah dengan resiko tinggi. Ditjen PHU juga telah membuat regulasi untuk usia lansia. Mereka (lansia) akan diberi kesempatan untuk berangkat terlebih dahulu," jelas Abdul Djamil. (ha/ar)

Cegah Mers-Cov, Jemaah Haji Dihimbau Pakai Masker dan Prilaku Hidup Bersih

Jakarta 5/8  (Sinhat)--Guna mencegah penularan penyakit  Mers-Cov selama menjalankan ibadah haji, jemaah haji agar tidak meninggalkan masker dan desinfektan.

Demikian disampaikan Menteri kesehatan Nila F. Moeloek  dalam seminar “Cegah Resistensi Antibiotik: Demi Selamatkan Manusia” di Jakarta, Rabu (05/08). "Kami berikan masker, desinfektan. Cegah dulu (Mers-Cov). Saya khawatir, maskernya justru ditinggal, jadi bukan hanya obat-obat saja. Masker harus dibawa, desinfektan harus dibawa," ujar Nila.

Namun menurut Nila, ketimbang membawa masker, desinfektan dan obat-obatan, para jemaah haji justru lebih mementingkan membawa hal-hal lain semisal makanan bekal.

"Kami betul-betul memikirkan, akan memberikan di Jakarta atau di sana (Mekah). Takutnya, kalau diberikan di sini, yang lain-lain justru ditinggalkan misalnya masih membawa nasi bungkus tetapi masker dan desinfektan ditinggal. Padahal, di pesawat, pasti makanan diberikan," kata Nila.

Di samping itu, Nila juga mengimbau jemaah haji agar menerapkan perilaku hidup bersih termasuk kebiasaan mencuci tangan. Upaya ini, kata dia, juga perlu digalakkan terutama sejak pelaksanaan manasik haji.

"Saya ingin sekali, manasik jangan hanya diajarkan proses melaksanakan ibadah haji tetapi juga kebersihan. Termasuk pemberitahuan soal Mers," kata dia.

Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus atau yang kita kenal dengan Mers–Cov adalah penyakit sindrom pernapasan yang disebabkan oleh virus Corona yang menyerang saluran pernapasan dari yang ringan sampai dengan berat. (ks/ar)

Haji Bukan Wisata Spiritual



Jakarta 5/8 (Sinhat)--Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil menyatakan haji bukan merupakan wisata spiritual. Pada wisata spiritual, jemaah dapat dengan mudah berpindah tempat. Sedangkan haji diikat ketentuan manasik. Ketika melakukan perjalanan haji ke kota suci, jemaah haji diikat ada aturan miqat.

"Ada waktu ketika mereka mulai melakukan ibadah haji. Ada tempat ketika mulai melakukan ibadah haji. Tidak bisa orang ke sana ke mari semaunya sendiri kayak kita wisata," kata Abdul Djamil di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (05/08).

Djamil menuturkan, ada berbagai tantangan ketika memberikan layanan tersebut. Tantangan itu termasuk latar belakang calon jamaah haji asal Indonesia. Latar belakang misalnya pendidikan. Mulai dari yang S3 hingga tidak sekolah.

Calon jemaah haji asal Indonesia yang akan melaksanakan ibadah di Tanah Suci tahun ini sebanyak 168.800 orang, terdiri dari 155.200 kuota haji reguler dan 13.600 kuota haji khusus. Kloter pertama haji akan berangkat pada 21 Agustus 2015 mendatang. (ha/ar)